• Dipublish Oleh: admin kominfo
  • Dipublish Pada: June 18, 2026

Bapperida PBD Gelar FGD Multipol untuk Penguatan Pangan Lokal dan Pembangunan Rendah Karbon

SORONG-Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Barat Daya menggelar Focus Group Discussion (FGD) Multipol Penyusunan dan Penguatan Kebijakan Pangan Lokal sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pembangunan rendah karbon di daerah.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Viktor F. Solossa, S.Pd., ST., MT, yang berlangsung di Vega Hotel, Kota Sorong, Kamis (18/06/2026).

FGD tersebut bertujuan menghimpun berbagai masukan, pandangan, serta rekomendasi dari para pemangku kepentingan dalam penyusunan kebijakan pengembangan pangan lokal yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan agenda pembangunan hijau serta pencapaian target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 di Provinsi Papua Barat Daya.

Dalam sambutannya, Viktor Solossa menegaskan bahwa forum diskusi ini memiliki peran strategis dalam merumuskan arah kebijakan pangan lokal yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

"FGD ini sangat penting sebagai sarana untuk menghimpun masukan, pandangan, pengalaman, dan rekomendasi dari seluruh pemangku kepentingan. Hasil diskusi yang dilaksanakan hari ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat dalam penyusunan kebijakan dan strategi pengembangan pangan lokal yang terintegrasi dengan agenda pembangunan hijau serta target FOLU Net Sink 2030 di Provinsi Papua Barat Daya," ujarnya.

Menurut Viktor, pengembangan pangan lokal tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dengan tetap menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Ia berharap FGD tersebut dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret, implementatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sehingga mampu menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan daerah di sektor pangan.

"Rekomendasi tersebut hendaknya mencakup penguatan produksi pangan lokal, peningkatan nilai tambah dan akses pasar, pengembangan inovasi serta teknologi tepat guna, penguatan kelembagaan masyarakat, perlindungan hak-hak masyarakat adat.