• Dipublish Oleh: admin kominfo
  • Dipublish Pada: June 9, 2026

BPBD Papua Barat Daya Susun Strategi Kesiapsiagaan Darurat Bencana Melalui RPKB dan Recon Bencana Ba

SORONG-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat Daya menggelar kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) dan Rencana Kontigensi (Renkon) Bencana Banjir, bertempat di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong, Selasa (09/06/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Viktor Solossa, S.Pd., ST., MT, yang hadir mewakili Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos.

Dalam sambutannya, Viktor Solossa menekankan pentingnya penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana sebagai pedoman strategis dalam upaya penanggulangan bencana yang terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh di Provinsi Papua Barat Daya.

Menurutnya, Papua Barat Daya memiliki karakteristik wilayah yang berpotensi menghadapi berbagai ancaman bencana, baik bencana alam maupun nonalam. Oleh karena itu, diperlukan dokumen perencanaan yang komprehensif sebagai acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

"Penyusunan dokumen ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat dalam membangun ketangguhan daerah terhadap bencana," ujarnya.

Sementara itu, kepala BPBD Papua Barat Daya Dr. George Yarangga, A.Pi., MM mengatakan penyusunan RPKB dan Renkon Banjir menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih terencana. Menurutnya, ancaman banjir di Papua Barat Daya perlu diantisipasi sejak dini karena termasuk salah satu bencana yang paling sering terjadi dan berdampak langsung kepada masyarakat.

Kegiatan penyusunan RPKB ini diikuti oleh perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, unsur TNI/Polri, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di Papua Barat Daya.