Dinas Sosial P3A Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Melalui Nobar Film Suamiku Luka
SORONG-Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Papua Barat Daya menggelar kegiatan nonton bersama (nobar) film berjudul Suamiku Lukaku, Kamis (18/6/2026), di Studio 01 XXI Ramayana Mall Sorong, Kota Sorong.
Kegiatan tersebut diinisiasi dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah dan melawan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Film ini mengangkat kisah perjalanan seorang perempuan yang berjuang menghadapi berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Di balik kehidupan yang tampak baik-baik saja, tersimpan luka batin yang mendalam. Melalui film ini, disampaikan pesan tentang pentingnya keberanian untuk bangkit, perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta harapan akan kehidupan yang lebih aman, adil, dan bermartabat.
Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Anace Nauw, S.H., MH, mengatakan bahwa pemutaran film ini merupakan bagian dari kampanye edukatif yang diharapkan mampu menyentuh hati masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Di era saat ini masih banyak terjadi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk dalam lingkup rumah tangga. Karena itu, kami memandang bahwa kampanye melalui media film menjadi salah satu cara efektif untuk memberikan edukasi dan membangun kesadaran bersama," ujarnya.
Menurut Anace, kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi perempuan, pejabat legislatif dan eksekutif, lembaga pemerhati perempuan dan anak, hingga korban kekerasan.
Ia berharap pesan yang disampaikan melalui film tersebut dapat memberikan semangat dan inspirasi bagi masyarakat, khususnya perempuan, untuk membangun kehidupan keluarga yang lebih harmonis serta berani melawan segala bentuk kekerasan.
Dinas Sosial &P3A Papua Barat Daya akan terus melakukan kampanye serupa tidak hanya melalui pemutaran film, tetapi juga diskusi publik, aksi sosial, edukasi di ruang-ruang publik, hingga kegiatan pemberdayaan bagi perempuan dan masyarakat.