Pemprov PBD Dukung Proyek Kemanusiaan Indonesia–Jepang
SORONG-Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menerima rencana kegiatan Tim Gabungan Indonesia–Jepang terkait proyek pengumpulan dan identifikasi kerangka prajurit Jepang yang gugur pada Perang Dunia II. Kegiatan ini merupakan kerja sama resmi kedua negara yang bersifat kemanusiaan.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai kemanusiaan tinggi karena bertujuan memberikan kepastian kepada keluarga prajurit Jepang yang masih menunggu kabar.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini dan berharap dapat berjalan lancar serta memberikan hasil terbaik bagi keluarga prajurit,” ujar Elisa Kambu.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut membantu dengan memberikan informasi jika menemukan dugaan kerangka prajurit di lapangan.
“Kami berharap masyarakat dapat melaporkan temuan kepada pihak terkait dan membiarkan kondisi tetap sebagaimana adanya agar proses penelitian dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Penanggung jawab kegiatan sektor tenaga kerja dan kesehatan, Yuni Suka, menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan secara ilmiah melalui pengambilan sampel dan pemeriksaan DNA. Ia mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan tulang belulang yang ditemukan guna menghindari kontaminasi.
Tim gabungan Indonesia–Jepang dijadwalkan melakukan kegiatan lapangan di sejumlah wilayah Papua Barat Daya, termasuk Kabupaten Tambrauw, khususnya Distrik Sausapor, serta menelusuri dugaan lokasi pemakaman di Desa Emaus berdasarkan arsip militer.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat hubungan Indonesia–Jepang sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai kemanusiaan.