• Dipublish Oleh: admin kominfo
  • Dipublish Pada: June 25, 2026

Disperindag PBD Latih Mama-Mama Papua Olah Sagu Menjadi Aneka Kue Bernilai Ekonomis

SORONG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat Daya menggelar pelatihan pengolahan sagu menjadi aneka kue sekaligus menyerahkan bantuan peralatan pengolahan sagu kepada mama-mama Papua sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan nilai tambah produk pangan lokal.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat Daya, Viktor F. Solossa, S.Pd., ST., MT, di Aimas Hotel & Convention Center, Kabupaten Sorong, Kamis (25/6/2026).

Dalam sambutannya, Viktor Solossa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan kelompok pengolah sagu.

“Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha diharapkan mampu menghasilkan produk olahan sagu yang lebih beragam, berkualitas, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Viktor, sagu bukan sekadar bahan pangan tradisional, melainkan warisan budaya sekaligus sumber daya unggulan yang dimiliki masyarakat Papua.

"Selama ini, sagu telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dan memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan daerah" ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat Daya, Dr. Sellvyana Sangkek, SE., M.Si, mengatakan pelatihan yang didanai melalui Otonomi Khusus (Otsus) ini bertujuan meningkatkan kapasitas mama-mama Papua dalam mengolah sagu menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

“Selama ini sagu umumnya hanya diolah menjadi makanan tradisional seperti papeda, sinoli, dan sagu lempeng. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan untuk mengembangkan berbagai produk olahan yang lebih variatif dan bernilai ekonomi,” ujarnya.

Ia berharap peserta dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

Selain pelatihan, pemerintah juga menyerahkan bantuan peralatan pengolahan sagu yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas produksi dan kualitas hasil olahan para peserta.