• Dipublish Oleh: admin kominfo
  • Dipublish Pada: April 15, 2026

Pj Sekda PBD Buka Workshop Keanekaragaman Hayati, Dorong Pengelolaan Berkelanjutan

SORONG-Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Papua Barat Daya, Drs. Yakob Kareth, M.Si, secara resmi membuka Workshop Keanekaragaman Hayati yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas daerah dalam pengelolaan dan pelestarian sumber daya alam.

Dalam sambutannya, Pj Sekda menegaskan bahwa Provinsi Papua Barat Daya merupakan salah satu wilayah dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat luar biasa, bahkan memiliki peran penting sebagai penyangga keseimbangan ekosistem dunia.

“Sebagai provinsi yang relatif baru, Papua Barat Daya memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, baik pada ekosistem daratan maupun pesisir dan lautan,” ujarnya di Vega Hotel, Rabu (15/04/2026).

Menurutnya, keadaan keagaman hayati bukan sekedar data ilmiah melainkan urat nadi kehidupan, budaya, dan identitas Kami orang Papua.

“Kami menyadari bahwa adanya kesenjangan kapasitas teknis dan perencanaan konservasi yang ada di daerah ini, namun demikian kita semua dihadapkan pada berbagai tantangan antara lain keterbatasan data, kapasitas kelembagaan, serta tekanan terhadap ekosistem,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sangat mendukung inisiatif ini, diharapkan kegiatan ini menjadi sangat penting dan strategis dalam meningkatkan kapasitas pemerintah daerah memperkuat basis data dan informasi keanekaragaman hayati serta mendorong integrasi keanekaragaman hayati dalam perencanaan pembangunan daerah.

Sementara itu, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Ir. Inge Retnowati, M.E., mengatakan kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan kembali panduan pengelolaan keanekaragaman hayati sesuai Permen LH Nomor 29 Tahun 2009.

“Melalui sosialisasi ini, daerah diharapkan memahami langkah-langkah mulai dari penyusunan profil, identifikasi potensi seperti mangrove, karst, dan spesies endemik, hingga rencana pengelolaan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penetapan kawasan bernilai konservasi sebagai dasar pengelolaan dan pemanfaatan ruang.