Pemprov PBD Perkuat Rencana Induk Keanekaragaman Hayati, Jaga Hutan dan Satwa
SORONG–Dalam rangka penguatan perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menggelar Kelompok Kerja (Pokja) melalui penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Setda Viktor Solossa, S.Pd., ST., MT, berlangsung di Hotel Vega, Kota Sorong, Selasa (03/03/2026).
Pelaksanaan Pokja ditekankan harus selaras dengan dokumen perencanaan daerah, khususnya RPJMD dan RTRW, sebagai turunan dari visi kepala daerah yang menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan.
Viktor Solossa menegaskan bahwa di tengah dinamika pembangunan, pertumbuhan penduduk, ekspansi wilayah perkotaan, serta meningkatnya kebutuhan investasi, pemerintah daerah dihadapkan pada tantangan besar.
“Tantangan tersebut adalah bagaimana memastikan roda pembangunan tetap berjalan secara optimal tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan kekayaan hayati yang menjadi identitas sekaligus penopang kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan sejumlah poin penting dalam penyusunan dokumen rencana induk tersebut, di antaranya harus berbasis data dan kajian ilmiah yang kuat, terintegrasi lintas sektor, serta melibatkan masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai pemangku kepentingan utama.
Menurutnya, pemerintah mendukung penuh proses penyusunan rencana induk ini, baik dari sisi kebijakan, penganggaran, maupun koordinasi lintas sektor dan lintas tingkat pemerintahan, sehingga dokumen yang dihasilkan benar-benar aplikatif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Julian Kelly Kambu, ST., M.Si, mengungkapkan bahwa ancaman terhadap lingkungan hidup saat ini tidak hanya berasal dari tekanan pembangunan, tetapi juga aktivitas ilegal seperti penyelundupan satwa liar.
“Terdapat sekitar 15.300 spesies yang terancam punah. Di Papua ada beberapa satwa endemik seperti cendrawasih, kakatua, dan kasuari membutuhkan perlindungan serius,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor, guna memperkuat upaya perlindungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati secara terpadu.