• Dipublish Oleh: admin kominfo
  • Dipublish Pada: March 1, 2026

Pemprov PBD Sambut 120 Turis Australia, Status Internasional DEO Kian Nyata

SORONG- Status internasional Bandara Domine Eduard Osok (DEO) kian terasa di awal 2026 setelah sekitar 120 wisatawan asal Australia tiba menggunakan penerbangan charter Garuda Indonesia, Sabtu (28/02/2026).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, S.Pi., M.Si, menjelaskan bahwa penerbangan charter ke Sorong sejatinya bukan hal baru. Sejak sekitar tahun 2014, penerbangan non-reguler sudah mulai masuk ke DEO, meski sebagian besar menggunakan pesawat pribadi.

“Momentum ini menjadi istimewa karena tahun lalu Bandara DEO Sorong resmi berstatus bandara internasional. Hari ini ada grup wisatawan dari Australia yang menggunakan Garuda. Ini sedikit berbeda dari charter flight sebelumnya yang umumnya memakai pesawat pribadi,” ujarnya ketika ditemui awak media.

Ia menjelaskan, rombongan wisatawan tersebut akan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal wisata untuk menjelajahi destinasi unggulan di Papua Barat Daya.

“Mereka dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi wisata alam, termasuk kawasan Tambrauw dan Raja Ampat, sebelum kembali ke Sorong dan bertolak pulang ke Australia,” ucapnya.

Menurut Yusdi, kehadiran ratusan turis ini menjadi sinyal positif bahwa status internasional Bandara DEO mulai dikenal luas di mancanegara. Bahkan ke depan tidak hanya penerbangan charter yang masuk, tetapi juga penerbangan reguler langsung dari luar negeri.

“Tahun lalu kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah travel agen di luar negeri, seperti dari China, Taiwan, dan Korea. Komunikasi sudah dibuka agar ke depan ada regular flight langsung ke DEO. Bandara internasional semestinya memiliki penerbangan reguler agar bisa menggerakkan ekonomi daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, penerbangan langsung dari luar negeri nantinya tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang di bidang perdagangan dan sektor strategis lainnya yang dapat memanfaatkan akses udara internasional.

“Dengan masuknya charter flight Garuda dari Australia yang membawa cukup banyak wisatawan, mudah-mudahan ke depan terus berlanjut dan semakin meningkat,” tutupnya.