• Dipublish Oleh: admin kominfo
  • Dipublish Pada: February 24, 2026

Gubernur PBD Resmikan Pasar Mama-Mama Papua, Otsus Hadirkan Harapan Baru bagi OAP

SORONG – Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos meresmikan Pasar Rakyat Mama-Mama Papua yang berlokasi di Jalan Menur Klademak III dan Jalan Arteri, Distrik Malaimsimsa, Kota Sorong, Selasa (24/02/2026). Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Peresmian pasar ini bertujuan untuk menyediakan sarana dan prasarana perdagangan yang layak, aman, dan tertib bagi Mama-Mama Papua, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM berbasis potensi lokal.

Selain itu, program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga masyarakat Orang Asli Papua (OAP), menggerakkan roda perekonomian daerah secara inklusif dan berkeadilan, serta mengoptimalkan pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) agar tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu mengapresiasi perjuangan Mama-Mama Papua yang setiap hari berjualan demi menghidupi keluarga.

“Saya secara pribadi memberikan apresiasi, rasa bangga, hormat, dan salut kepada Mama-Mama yang berjualan demi anak-anak dan keluarga. Kalian hebat,” ucapnya.

Ia menegaskan bantuan pasar mama papua ini bersumber dari Dana Otonomi Khusus, sehingga pemerintah berkomitmen agar program ini tepat sasaran dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Bantuan ini diberikan kepada Orang Asli Papua karena dananya bersumber dari Otsus. Jadi memang diperuntukkan bagi orang Papua,” tegasnya.

Gubernur juga mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri untuk mendukung keberlangsungan Pasar Mama-Mama Papua dengan berbelanja di lokasi yang telah disediakan.

Menutup sambutannya, Gubernur mengingatkan pentingnya menjaga wajah ibu kota provinsi agar tetap tertata dan representatif.

“Sorong ini bukan kampung lagi, sudah ibu kota provinsi. Jadi harus bersih, harus rapi, harus indah,” pungkasnya.

Diharapkan kehadiran pasar tersebut tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga simbol keberpihakan kepada Orang Asli Papua dalam memperkuat kemandirian dan kesejahteraan keluarga.