Pemprov PBD Teken Kontrak dengan Unpad Bandung, Lepas 16 Dokter Ikuti PPDS-I
SORONG-Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya secara resmi menandatangani perjanjian kerja sama sekaligus melepas 16 dokter umum untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS-I) di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat.
Program ini merupakan komitmen Pemprov PBD dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan di wilayah Papua Barat Daya melalui penguatan sumber daya manusia kesehatan.
Penandatanganan perjanjian kerja sama dan pelepasan dokter dilakukan langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos di Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Kota Sorong, Rabu (04/02/2026).
Gubernur Elisa Kambu menegaskan agar para dokter umum agar serius memanfaatkan kesempatan tersebut, mengingat program ini dibiayai dari uang rakyat Papua Barat Daya.
“Saudara-saudara harus fokus, berkomitmen, dan bertanggung jawab menyelesaikan pendidikan sampai tuntas. Daerah ini menaruh harapan besar agar ke depan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau,” tegasnya.
Gubernur meminta agar seluruh peserta saling mendukung, tidak egois dan menjaga kebersamaan hingga kembali mengabdi di Papua Barat Daya.
“Saya berharap yang pergi 16 orang ini, pulang juga harus 16 orang. Kalian harus solid, saling membantu, dan saling menjaga,” pesannya.
Selain itu, Pemprov PBD menetapkan kewajiban pengabdian bagi para dokter spesialis yang telah menyelesaikan pendidikan yakni wajib bekerja di Papua Barat Daya selama 15 tahun. Ketentuan ini tertuang dalam perjanjian kerja sama yang bersifat mengikat secara hukum.
“Tetapi apabila tidak dapat menyelesaikan pendidikan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka akan dikenakan sanksi sesuai perjanjian, termasuk kewajiban pengembalian biaya,” tegasnya.
Diharapkan program ini dapat memperkuat pelayanan dokter spesialis di seluruh wilayah di Papua Barat Daya.