Disperindag Papua Barat Daya Latih Warga Kuasai Keterampilan Las Besi dan Baja Ringan
SORONG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua Barat Daya menggelar pelatihan keterampilan las besi dan baja ringan bagi masyarakat dan pelaku industri. Kegiatan yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) ini bertujuan meningkatkan keterampilan serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Pelatihan tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Sellvyana Sangkek, S.E., M.Si., di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Sorong, Rabu (28/10/2026).
Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua Barat Daya yang dibacakan Sellvyana Sangkek, disampaikan bahwa pengembangan industri kecil dan menengah berbasis keterampilan lokal merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah.
Keterampilan las besi dan pengerjaan baja ringan tidak hanya menjadi keahlian teknis, tetapi juga bekal untuk membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja.
“Dengan tangan terampil, saudara-saudara sekalian mampu menciptakan karya, membuka lapangan kerja sendiri, serta berkontribusi membangun rumah, bangunan, dan infrastruktur di daerah kita tercinta,” demikian sambutan gubernur.
Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang konstruksi dan pengerjaan logam terus meningkat seiring dengan pembangunan di berbagai wilayah Papua Barat Daya. Karena itu, pelatihan ini diharapkan menjadi investasi berharga bagi masa depan peserta.
Gubernur juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan tekun, memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha, serta selalu mengutamakan keselamatan kerja.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, lanjutnya, akan terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Melalui pelatihan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Papua Barat Daya memiliki keterampilan khusus, mampu menciptakan peluang kerja, dan menjadi lebih mandiri secara ekonomi.
November 30, -0001