Gubernur Elisa Kambu Hadiri Rakor FKUB, Mari Jaga Papua Barat Daya Tetap Aman dan Harmonis
SORONG – Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu mengajak seluruh umat beragama untuk terus menjaga persatuan, persaudaraan dan toleransi demi mempertahankan Papua Barat Daya sebagai daerah yang aman, harmonis dan kondusif.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Barat Daya di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong, Jumat (25/06/2026).
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, saya memberikan apresiasi kepada FKUB dan seluruh lembaga keumatan atas komitmen untuk hidup berdampingan, menjaga persatuan dan persaudaraan, serta saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lain,” ujar Elisa Kambu.
Menurutnya, kondisi Papua Barat Daya yang aman dan damai hingga saat ini tidak terlepas dari peran para pemimpin agama dan FKUB yang terus membangun komunikasi serta kemitraan dengan berbagai lembaga keagamaan.
Gubernur menegaskan, seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga Papua Barat Daya agar tetap aman dan nyaman bagi siapa pun yang hidup dan menetap di daerah ini.
“Mari kita tetap bergandengan tangan dan berkolaborasi bersama-sama membangun tanah ini untuk masa depan anak cucu kita,” pesannya.
Gubernur juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan ruang bagi FKUB dalam mendukung pembangunan daerah. Sejumlah aspirasi terkait kebutuhan FKUB akan menjadi perhatian pemerintah, termasuk rencana penyediaan sekretariat dan kendaraan operasional sesuai kemampuan keuangan daerah.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Papua Barat Daya George Japsenang dalam laporannya menyampaikan, rapat koordinasi tersebut bertujuan meningkatkan sinergi antara FKUB dan pemerintah, memperkuat ruang dialog, menyusun program kerja serta melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik bernuansa SARA.
Ia menambahkan, indeks harmoni kerukunan umat beragama di Papua Barat Daya saat ini berada dalam kategori stabil dan cukup baik. Kondisi tersebut diharapkan terus dipertahankan melalui kolaborasi pemerintah, FKUB, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat.