Dinas Sosial P3A Latih Perempuan OAP Olah Anyaman Daun Pandan, Perkuat UMKM Lokal
SORONG – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) menggelar Pelatihan Anyaman bagi perempuan Orang Asli Papua (OAP) sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas lembaga penyedia layanan pemberdayaan perempuan, Kamis (16/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Panorama Hotel, Kota Sorong, ini dibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Papua Barat Daya, Viktor F. Solossa, S.Pd., ST., MT, dan dilaksanakan selama dua hari, mengusung tema "Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Indonesia Maju."
Pelatihan difokuskan pada pengolahan daun pandan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti sandal, tas, dan wadah anyaman yang diharapkan mampu menjadi peluang usaha bagi para peserta.
Asisten II Viktor Solossa mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal melalui pemberdayaan perempuan OAP.
"Melalui pelatihan ini diharapkan peserta memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha. Pemerintah tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga akan melakukan pendampingan agar usaha yang dibangun dapat berkelanjutan," ujarnya.
Menurutnya, program yang didanai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) itu diharapkan mampu melahirkan pelaku UMKM baru yang mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, kata Viktor, juga terus memberikan perhatian terhadap pengembangan UMKM lokal sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Ia juga mengajak para peserta untuk tidak malu belajar dan aktif bertanya selama pelatihan berlangsung. Menurutnya, keberanian untuk terus belajar menjadi kunci dalam meningkatkan kemampuan dan daya saing.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Papua Barat Daya berharap semakin banyak perempuan Papua yang mampu memanfaatkan potensi lokal menjadi produk bernilai jual sekaligus memperkuat perekonomian keluarga dan masyarakat.